Kamis, 25 Februari 2016

“ASPEK PASAR DAN PEMASARAN DALAM STUDI KELAYAKAN PROYEK PETERNAKAN”



TUGAS INDIVIDU
ANALISIS DAN STUDI KELAYAKAN PROYEK

“ASPEK PASAR DAN PEMASARAN DALAM STUDI KELAYAKAN PROYEK PETERNAKAN”

NAMA  : RAHMA NINGSI
NIM       : I 111 12 295
KELAS : A (GANJIL)







FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
                                                              2015          
KATA PENGANTAR
بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada Allah, karena atas rahmat, taufik, dan hidayah-Nylah sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Analisis dan studi kelayakan proyek mengenai “Aspek Pasar Dan Pemasaran Dalam Studi Kelayakan Proyek Peternakan” sebagai salah satu syarat untuk lulus pada mata kuliah ini.
Pada kesempatan kali ini, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah meluangkan waktunya untuk membantu kami dalam menyelesaikan Laporan Lengkap ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Lengkap ini, tentu masih terdapat beberapa kesalahan dan masih jauh dari yang diharapkan. Maka dari itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar kedepannya dapat mencapai kesempurnaan.
Akhir kata, semoga Laporan lengkap ini dapat digunakan dan dimanfaatkan bagi kita semua. Amin.
Makassar,      April 2015

                  Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Suatu rencana bisnis/proyek diadakan tentu dengan maksud agar dapat memberikan keuntungan atau manfaat sehingga dalam setiap perencanaan proyek harus selalu dipertimbangkan dan dihitung apakah proyek yang akan dilaksanakan itu menguntungkan atau tidak, jika  proyek yang akan dilaksanakan itudianggap menguntungka, maka proyek itu dianggap layak dikerjakan. Sebaliknya, jika dari hasil analisis diragukan akan dapat memberikan manfaat atau keuntungan, maka proyek itu tidak layak dan sebaiknya ditangguhkan. Pengembangan apakah suatu proyek itu menguntungkan secara finansial atau tidak perlu adanya studi kelayakan.
            Studi kelayakan proyek merupakan suatu studi untuk menilai kelayakan proyek investasi yang akan dikerjakan. Penilaian itu penting dilakukan untuk memberikan landasan dan rekomendasi terhadap keputusan investasi yang akan diambil. Hal ini perlu dilakukan mengingat sumberdaya dan faktor-faktor produksi yang ada sifatnya terbatas, sehingga perlu ada pertimbangan secara matang sebelum keputusan proyek investasi dilaksanakan termasuk bidang peternakan.
            Proyek investasi atau penananman modal dalam bidang peternakan merupakan keputusan/langkah menyangkut penggunaan sumber-sumber  yang terkait dalam usaha peternakan yang diharapkan akan memberikan keuntungan dimasa yang akan datang. Keputusan untuk melakukan suatu proyek investasi bidang peternakan harus memperhatikan berbagai aspek agar keuntungan secar finansial dapat direalisasikan. Secara umum aspek yang perlu diakji sebelum proyek ini dilaksanakan diantaranya aspekpasar dan pemasaran. Hal inilah yang melatar belakngi dibuatnya makalah mengenai Aspek Pasar Dan Pemasaran Dalam Studi Kelayakan Proyek Peternakan.
B.     Tujuan
            Makalah ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami aspek pasar dan pemasaran dalam studik kelayakan proyek peternakan.

















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Tinjauan Umum studi kelayakan proyek
            Studi kelayakan proyek adalah suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam  jangka waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk melaksanakan tugas yang sasarannya telah digariskan dengan jelas. Misalnya: membangun pabrik, membuat produk baru atau mengikuti pameran perdagangan.
            Yang dimaksud studi kelayak proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (biasanya merupakn suatu investasi) dilaksanakan dengan berhasil. Pengertian keberhasilan itu mungkin dapat ditafsirkan agak berbeda-beda. Ada yang menafsirkan dalam artian yang lebih terbatas, terutama dipergunakan oleh pihak swasta yang lebih berminat tentang manfaat ekonomis suatu investasi. Sedangkan dari pihak pemerintah, atau lembaga non profit, pengertian menguntungkan bias dalam arti yang lebih relative. Mungkin dipertimbangkan berbagai factor seperti manfaat bagi masyarakat luas yang lebih bias berwujud penyerapan ternaga kerja, pemanfaatan sumberdaya yang melimpah ditempat tersebut dan sebagainya.
            Intensitas (kedalaman) studi untuk berbagai proyek berbeda, tergantung pada hal-hal sebagai berikut:
·         besarnya dana yang diinvestasikan;
·         tingkat kepastian/ketidakpastian hasil proyek;
·         kerumitan (kompleksitas) unsur-unsur yang mempengaruhi proyek.

Ciri-ciri profil proyek:
1.      Memiliki tujuan yang khusus, produk akhir, atau hasil kerja akhir
2.      Biaya, jadwal kerja, sumber daya, criteria mutu yang diperlukan telah ditentukan
3.      Kegiatan bersifat sementara, dalam arti umurnya dibatasi selesainya tugas. Titik awal dan akhir kegiatan-kehiatan telah ditentukan dengan jelas.
4.      Kegiatan bersifat tidak rutin, tidak berulang-ulang. Jenis dan intensitas kegiatan berubah hanya sepajang proyek berlangsung.
Dibandingkan dengan kegiatan operasional rutin, proyek bertujuan mewujudkan atau membangun sistem yang belum ada, kemudian bila sudah terbangun baru masuk pada tahapan operasional rutin.
·         Proyek : “ an invesment of the minimum size that is economically and technically feasible”.
·         Proyek adalah setiap usaha yang memerlukan biaya dan menghasilkan manfaat
·         Proyek merupakan suatu kegiatan yang mengeluarkan biaya dengan harapan  memperoleh hasil/manfaat.
·         Proyek merupakan wadah untuk melakukan kegiatan perencanaan, pembiayaan, dan  pelaksanaan.
·         Proyek merupakan usaha yang direncanakan sebelumnya, memerlukan sejumlah  biaya, atau masukkan lain, untuk mencapai tujuan tertentu dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu
Menurut Gittinger (1986) proyek adalah suatu kegiatan investasi yang mengubah sumber-sumber modal untuk menciptakan aset yang diharapkan dapat memberikan keuntungan setelah beberapa periode. Proyek sifatnya sangat komplek, merupakan kumpulan kegiatan yang memanfaatkan modal (sumberdaya) untuk memperoleh keuntungan. Karena sebelumnya direncanakan maka segala aspek yang relevan harus dipertimbangkan supaya tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien, mengurangi/ menghindari pemborosan teknis, ekonomis, adminitratif, politis, psikologis atau sosial.
Pada suatu kelembagaan kegiatan yang dilakukan sering pula dikatakan sebagai program. Secara umum program sifatnya sama dengan proyek, namun pada umumnya program memiliki skala kegiatan yang lebih besar, dari aspek sumberdaya, waktu penyelesaian maupun kegiatannya. Program dapat dipecah menjadi berbagai proyek atau kumpulan proyek sering disebut program.
B.     Aspek Pasar dan Pemasaran
Pengertian Pasar dan Pemasaran
Secara konkret pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi jual beli barang atau jasa. Namun seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi yang menyebabkan transaksi dapat dilakukan tanpa mempertemukan penjual dan pembeli secara langsung, maka muncul pengertian pasar dalam arti luas, yaitu proses interaksi penjual dan pembeli untuk mencapai harga pasar. Menurut ilmu ekonomi, pasar lebih dititikberatkan pada kegiatan jual belinya bukan tempatnya.


Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :
a)      Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
b)      Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
c)      Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
d)     Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.
Pemasaran adalah aliran produk secara fisis dan ekonomik dari produsen melalui pedagang perantara ke konsumen. Definisi lain  menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu/kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain. Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut.
Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Konsep-konsep inti pemasaran tersebut dapat ditunjukkan dalam gambar berikut ini :
Keinginan
Permintaan
Produk
Nilai dan
kepuasan
Pertukaran
Transaksi
Hubungan
Pasar
Kebutuhan
KONSEP-KONSEP
INTI PEMASARAN
Gambar 1.1. Konsep-Konsep Inti Pemasaran

  Pasar juga dapat diartikan pula sebagai mekanisme yang terjadi antara pembeli dan penjual atau tempat pertemuan antara kekuatan permintaan dan penawaran. Permintaan adalah jumlah barang yang diminta konsumen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu.
                        Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
·         Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini produk peternakan seperti stek sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
·         Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika daging sapi tidak ada atau harganya sangat mahal maka bumbu, tawo akan turun permintaannya.
·         Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
·         Perkiraan harga di masa depan
Daging yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli sapi ketika harganya masih rendah misalnya seperti.
·         Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
Metode Pengukuran Dan Peramalan Permintaan
Pengukuran permintaan adalah usaha untuk mengetahui permintaan atas suatu produk atau sekelompok produk di masa yang lalu dan di masa yng sekarang dalm kendala satu asset kondisi tertentu. Peramalan permintaan merupakan usaha untuk mengetahui jumlah produk atau sekelompok produk di masa yang akan datang dalam  kendala satu asat kondisi tertentu. Hasil maksimal dari suatu kegiatan peramalan adalah adalah melakukan minimisasi ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
Ada dua macam pendekatan dalam peramalan yaitu :
1.      Pendekatan time series yaitu model yang tidak memperhatikan hubungan sebab akibat atau dengan kata lain hasil peramalan hanya memperhatikan kecenderungan dari data yang di masa lalu yang tersedia. Menurut makridatis dan steven secara skematis pendekatan ini dapat diganbarkan sebagai berikut:
                                                         system
Input-----------------generating proses----------------------output
                                       Random effects
2.      Pendekatan yang memperhatikan  hubungan sebab akibat (cause-effects method) atau pendekatan yang menjelaskanterjadinya suatu keadaan (explanatory method) oleh sebab-sebab tertentu. Dengan kata lain hubungan sebab akibat yang terjadi bukan hubungan deterministic melainkan hubungan stokastic. Secara schematic pendekatan inidapat digambarkan sebagai berikut
   system
Input--------------cause and effects relationship------------uotput

                                                          Random effects
Prosedur Peramalan
Tahap-tahap dalam study kelayakan proyek :
1.      analisis ekonomi yakni yang mengadakan proyeksi terhadap aspek-aspek makro terutama aspek kependudukan dan pendapatan.
2.      analisis industri yakni analisis terhadap permintaan pasar dari seluruh perusahaan yang menghasilkan produk sejenisdari produk yang diusulkan dalam study kelayakan proyek.
3.      analisis penjualan mas lalu yakni dilakukan untuk melihat “ market positioning” produk dalam stuktur persaingan dan dari padanya dapat diketahui   “ market share “ produk tersebut.
4.      analisis peramalan permintaan di mana berkaitan dengan perencanaan program pemasaran di masa yang akan datang.
5.      pengawasan hasil dari peramalan yakni usaha untuk minimalisasi kesalahan hasil dari berbagai tenik peramalan yang dugunakan .
Kendala Pemilihan Tehnik Peramalan
            Kendala-kendala yang dihadapi antara lain:
1.      waktu yang handak diliput yakni rentangan waktu masa ynag akan datang dan jangkauan peramalan.
2.      tingkah laku data yakni meliputi jumlah , ketepatan, dan tingkah laku data di masa yang lalu yang tersedia.
3.      tipe model yakni pakah model yang digunakan merupakan model time series, kaosalitas atau yang lainnya.
4.      biaya yang tersedia yakni biaya yang tersedia untuk penyusunan studi kelayakan proyek.
5.      tingkat ketepatan yang diinginkan yakni ketelitian dan kecermatan peramalan yang diinginkan.
6.      kemudahan penerpan yakni kemudahan , manajemen, data dan biaya.
Pengukuran Permintaan Produk:
Ada beberapa metode dalam mengukur permintaan produk :
1.      penggunaan dta impor produk yang bersangkutan, jika selama ini sebelum proyek yang bersangkutan ada belum pernah dihasilkan di dalam negeri, dan produk yang bersangkutan merupakan produk subsitusi impor.
2.      penggunaan data ekpor, impor, dan produksi dalam negeri . formula yang digunkan untuk keadaan ini adalah:
PE = P + (I - E) + DC
Dimana:
                        PE   : Permintaan efektif yang di cari
                        P     :  Produksi dalam negeriselama masa yang bersangkutan
                        I      :  Impor yang dilakukan
                        E     :  ekspor yang dilakukan
                        DC  :  jumlah perubahan cadangan produk.
3.      metode rasio rantai yakni metode yang menghitung permintaan efektif dengan cara membagi dalam komponen-komponen yang lebih kecil dari suatu mata rantai urutan dari variable yang berpengaruh terhadap produk yang bersangkutan.
Peramalan Permintaan Produk Yang Sudah Mapan
Ada beberapa metode yang digunakan  diantaranya:
1.      metode pendapatan
2.      metode tes atau eksperimen
3.      metode survey
4.      metode time series
5.      metode regresi korelatif
6.      metode input output
Peramalan Permintaan Produk Baru
Ada beberapa metode yang akan di gunakan :
1.      metode time series  di mana metode ini hanya berdasarkan data dari masa yng lalu.
2.      metode tred linier yang mana dapat di formulasikan :
Y     =    a   +    bX

Dimana pada metode ini juga di bagi lagi menjadi beberapa bagian yanitu :
  1. metode least square
pada awal data yang tersedia adalah mempunyai kecenderunganberbentuk garis lurus . dan dapat di formulasikan sebagai berikut :
Y     =    a   +    bX

Dimana :
                        Y     :  variable yang akan di ramalkan
                        a      :  kostanta yang akan menunjukkan brsarnya harga
                        Y     :  (ramalan) apabila X sama dengan nol
b      :  variabilitas per x ysitu menunjukksn besarnya perubahan nilai y dari setiap perubahan satu unit X
X     :   unit waktu yang dapat dinyatakan dalm minggu , bulan , semester, tahun tergantung pada data perusahaan.
Sedangkan untuk mencari nilai a dan b dapat dengan rumus sebagai berikut :
A  =   å Y    =   Y        dan         B  =  å XY
 n                                               åX2

  1. metode product moment
metode ini hampir sama dengan dmetode leaset squere hanya saja ini di gunakan dalam meramalkan penjualan perusahaan untuk data yang tersedia adalah mempunyai kecenderunan berbentuk garis lurus di mana persamaannya adalah :
Y     =    a   +    bX

Dimana :
                        Y     :  variable yang akan di ramalkan
 a      :  kostanta yang akan menunjukkan brsarnya harga Y apabila X sama dengan 0
b      :  variabilitas per x yaitu menunjukksn besarnya perubahan nilai y dari setiap perubahan satu unit X
X     :  unit waktu yang dapat dinyatakan dalam minggu , bulan , semester, tahun tergantung pada data perusahaan
Sedangkan untuk mencari nilai a dan b adalah sebagai berikut :
Persamaan I
∑Y   =   n.a  +  b∑x
                                                Dengan syarat ∑x ≠ 0
Persamaan II
∑XY  =  a ∑x  +  b ∑x2
  1. metode setengah rata-rata
metode setengah rat-rata ini masih tergolong metode tred linier di man data yang tersedia tetap berbentuk linier jika kita gambar dalam bentuk grafik.
Y’     =    a   +    bX
Untuk mencari nilai a dan b adalah :
Y1  =  a  +  bx1
Y2   =  a  =  bx2
3.  Metode Kuadratik
            Metode kuadratik adalah metode merupakan trend non linier dan jika kita gambar berbentuk garis melengkung. Sedangkan persamaan dari bentuk metode kuadratik adalah :
                                    Y’  =  A  +  BX  + Cx2
Di mana :
Y     :  variable yang akan di ramalkan
a      :  kostanta yang akan menunjukkan brsarnya harga Y apabila X sama dengan 0
            b dan c adalah variable per X, yaitu menunjukkan besarnya perubahan satu unit X.
X     :  unit waktu yang dapat dinyatakan dalam minggu , bulan , semester, tahun tergantung pada data perusahaan
Sedangkan koovisiennya adalah ;
            A   =   (∑ y  -c ∑X2 )  /  n
            B   =   (∑ XY  /  ∑x2 )
            C   =  ( n ∑X 2Y)  -  (( ∑X2 ) (∑Y))
                        (n ∑X4)  -  ((∑X2)2)
Dengan syarat ∑X2  sama dengan 0
  1. metode exponencial sederhana
metode ini digunakan jika data histories di gambar menjadi kurva kecenderungan berbentuk naik dan turun, akan tetapi kenaikan atau penurunan tidak terlalu tajam. Maka fungsi persamaannya :
y’  =  a.bx yang dapat disederhanakan menjadi fungsilogaritma yaitu :
y’  =  log a  +  log b x
dengan syarat ∑x  =  0
maka koefisien  a dan b dapat dicari dengan  :


log a   =     ∑ log Y           dan        log  b   =    =     ∑ log Y
                        N                                                         ∑X2  
  1. Metode Regresi-Korelasi
Dalam rangka menyusun peramalan penjualan produk  perusahaan ternyata terdapat beberapa perusahaan di mana penjualan produknya mempunyai ketergantungtan terhadap penjualan produk yang lain. Produk yang mempengaruhi tersebut dapt berasal atau diproduksi oleh perusahaan yang sama atau jugadiproduksi atau di jual oleh perusahan yang lain.
  1. Model Peramalan Penjualan.
Model peramalan penjualan produk perusahaan dimana produknya merupakan produk permintaan turunan ini tidak jauh berbeda dengan model penjualan produk terdahulu.
Secara umum prosedur yang dilaksanakan di dalam penyusunan persamaan tersebut adalah ;
1.      mengadakan pengujian apakah memeng terjadi hubungan antara jumlah penjualan produk dominant dengan jumlah produk perusahaan.
2.      menyusun regresi antara penjualan produk domimnan dengan produk perusahan atas dasar penjualan kdi masa yang lalu.
3.       menyusun ramalan penjualan produk dominant
4.      menyusun peramalan produk perusahaan.
Regresi Linier Sederhana
            Pada hubungan ini hanya satu variable yang dianggap bebas atau berpengaruh pada terjadinya variable yang lain atau variable yang terikat.
Sedangkan persamaannya adalah ;
Y’  =  A  +  BX 
Dimana:
X   =   variable bebas
Y   =   variable terikat
A   =   bilangan konstan
B   =   koofisien regresi

Dengan menggunakan metode regresi maka diperoreh koefisien a dan b sebagai berikut :

B   =   [ N ∑XY  -   ((∑X) (∑Y)) ]
            [ N ∑X2  -   ((∑X)2) ]
A   =   (∑Y)        -    B   (∑Y)
            N                          N
Sebenarnya banyak sekali perhitungan korelasi , yang dalam penerapannya memerlukan syarat-syarat tertentu dari data yang tersedia salah satunya adlan dalam bentuk persamaan sebagai berikut
                  [ N ( ∑XY)]  -   [((∑X) (∑Y)) ]
 R=
       [ N ( ∑X2 )]  -   ((∑X)2) ] [ N ( ∑Y2 )]  -   ((∑Y)2)1/2
           
  1. Metode statistic untuk analisa khusus, beberapa analisisn khusus  antara lain ;
    1. analisis industri
    2. analiosis jenis produk
    3. analisis penggunaan akhir
Pengawasan Peramalan Penjualan
  1. kuadrat terkecil
dapat di formulasikan :
kuadrat terkecil  =  ∑ ( Y –Y’ )2
  1. metode kesalahan rata-rata mutlak
dapat diformulasikan sebagai berikut :
                                                        di mana :
AAE   =          Y – Y’                     AAE    :  Average Absolute Error

                                                          Y         :   Data riil
                        N                               Y’        :   Data peramalan
                                                          N         :   Jumlah periode atau waktu dari data
                                                         I   I       :   harga Mutlak

  1. Metode Kesalahan Kuadrat Rata-Rata Akar 
Metode RASE ini cara perhitungannya adalh denagn jalan menjumplahkan kuadrat kesalahan atau selisih nilai riil dan nilai peramalan, kemudian membagi jumlah tersebut dengan banyaknya waktu ramalan dan kemudian menarik akarnya dapat dirumuskan :
                                    RASE   = 
Di mana
RASE    =   Rood Averrage Squared Error
Y           =   Data riil
Y’          =   Data Ramalan
N            =    Jumlah waktu Data Ramalan






DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2012. Pasar dan Pemasaran. https://www.academia.edu/9951668/Pasar _dan_Pemasaran. Diakses tanggal 1 April 2015.
Arnaldo, 2014. Studi kelayakan pabrik dari aspek legalitas. https://arnaldowaric.wordpress.com/2014/01/19/study-kelayakan-pabrik-dari-aspek-legalitas/
Firma, 2011. Aspek- Aspek Studi Kelayakan. https://adifirman.wordpress.com /2011/11/08/aspek-aspek-studi.kelayakan/
Gintinger, 1986. Economic Analysis of Agricultural Project. The Johns Hopkins.University Press
Sandra, 2010. Studi Kelayakan.https://pratamasandra.files.wordpress. com/2010/05/01-bab-1-pengertian-studi-kelayakan.pdf
Welly, 2013. Studi Kelayakan Proyek. http://wellybrodus.blogspot.com /2013/07/studi-kelayakan-proyek.html

Tidak ada komentar: